More

    Idap Kanker Stadium Akhir, ​​Sven-Goran Eriksson Ungkap Hidupnya Sisa Setahun

    Eks pelatih tim nasional Inggris Sven-Goran Eriksson mengungkapkan dirinya telah didagnosis mengidap kanker stadium akhir. Pelatih asal Swedia ini juga mengatakan hidupnya menyisakan setidaknya satu tahun lagi.

    Pria berusia 75 tahun ini melatih Inggris pada 2001 hingga 2006. Ia berhasil membawa the Three Lions ke perempat final Piala Dunia 2002 dan 2006.

    Baca juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia

    Pada Februari lalu, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur olahraga klub Swedia Karlstad karena masalah kesehatan.

    Ia didiagnosa mengidap kanker tiba-tiba pingsan satu hari sebelumnya saat lari sepanjang lima kilometer.

    “Semua orang bisa melihat bahwa saya mengidap penyakit yang tidak baik, dan semua orang mengira itu kanker, dan memang benar. Tapi saya harus melawannya selama mungkin,” kata Eriksson kepada radio P1, dikutip dari Sky Sports.

    “Saya tahu, kemungkinan terbaiknya adalah sekitar satu tahun, dalam kasus terburuk bahkan kurang dari satu tahun. Atau dalam kasus terbaik, saya kira bahkan lebih lama lagi. Saya rasa para dokter yang saya temui tidak bisa sepenuhnya yakin, mereka tidak bisa memberikan kepastian.”

    “Lebih baik tidak memikirkannya. Kamu harus mengelabui otakmu. Saya bisa saja memikirkan hal itu sepanjang waktu dan duduk di rumah dan merasa sengsara dan berpikir saya tidak beruntung dan sebagainya.”

    “Sangat mudah untuk berakhir di posisi itu. Tapi tidak, lihatlah sisi positifnya dan jangan mengubur diri Anda dalam kemunduran, karena ini tentu saja merupakan kemunduran terbesar.”

    “Itu muncul begitu saja. Dan itu membuatmu kaget.”

    “Saya tidak merasakan sakit yang parah. Tapi saya telah didiagnosis mengidap penyakit yang bisa disembuhkan tetapi tidak bisa dioperasi. Jadi begitulah adanya.”

    Eriksson memulai kariernya sebagai pelatih tak lama setelah pensiun sebagai pemain sepak bola pada 1975 di usia 27 tahun. 

    Ia mulai melatih tim lokal di Swedia Göteborg dan berhasil meraih gelar juara UEFA Cup. Ia lalu pindah ke Portugal untuk melatih Benfica di mana ia berhasil tiga kali meraih gelar juara liga dan menjadi runner-up European Cup.

    Baca juga: Franco Baresi Akui Enggan Dibandingkan Dengan Franz Beckenbauer

    Setelah itu ia pindah ke Italia dan kembali menemukan suksesnya saat membawa Lazio menjadi juara Serie A dan dua juara Coppa Italia, termasuk gelar ganda pada 2000. Ia juga sukses meraih gelar UEFA Cup Winners’ Cup.

    Selain Inggris, ia juga melatih beberapa tim nasional seperti Meksiko, Filipina, dan Pantai Gading. 

    Total ia telah melatih di 10 negara seperti Swedia, Portugal, Italia, Inggris, Meksiko, Pantai Gading, Thailand, Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Filipina

    Related articles

    Comments

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.