More

    Tak Sempat Ucapkan Selamat Tinggal, Guenther Steiner Blak-blakan Usai Hengkang dari Haas

    Mantan bos tim Haas Guenther Steiner mengaku tidak mendapatkan perpisahan usai hengkang sebelum dimulainya Formula 1 musim 2024 ini.

    Seperti yang diketahui, pria asal Italia berusia 58 tahun ini dibebastugaskan dari jabatannya sebagai prinsipal Haas pada Rabu (10/1) lalu.

    Steiner yang telah menjadi prinsipal tim sejak tim asal Amerika Serikat tersebut debut pada 2016 lalu, digantikan oleh direktur teknik sebelumnya, Ayao Komatsu.

    Baca juga: Jadon Sancho Resmi Tinggalkan Manchester United Untuk Gabung Dortmund Sebagai Pemain Pinjaman

    Berbicara di Autosport International Show 2024 di Birmingham, Inggris, Steiner mengonfirmasi mendapatkan kabar kontraknya tidak diperpanjang oleh Haas antara Natal dan Tahun Baru.

    Kabar tersebut datang tiba-tiba yang membuatnya tidak berkesempatan untuk melakukan perpisahan yang layak bersama tim.

    “Bisakah saya memulai dengan sesuatu dari sisi saya?” kata Steiner, dikutip dari situs resmi F1.

    “Saya tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada beberapa orang ketika saya meninggalkan Haas F1.”

    “Hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua anggota tim yang tidak bisa saya ucapkan selamat tinggal dengan baik ketika saya pergi.”

    “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua fans yang mendukung Haas selama saya berada di sana – ini luar biasa.”

    “Ini adalah salah satu kesempatan, dengan begitu banyak orang di sini. Terima kasih sudah datang juga, untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas dukungan yang saya dapatkan dan saya dapatkan.”

    “Itu menyakitkan (tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada tim), tapi mereka semua mengenal saya dan saya tetap menghargai apa yang mereka lakukan.”

    “Akan menyenangkan untuk mengatakan, ‘Hai teman-teman, terima kasih atas semua yang Anda lakukan’.”

    “Karena tim memulai dengan sangat kecil, sering kali memacu adrenalin, dan mereka melakukan pekerjaan dengan baik.”

    “Tentu saja tidak membuatmu bahagia jika tidak mengucapkan terima kasih, tapi menurut saya, saya melakukannya sekarang.”

    Baca juga: Idap Kanker Stadium Akhir, ​​Sven-Goran Eriksson Ungkap Hidupnya Sisa Setahun

    Steiner yang menjadi bintang di seri dokumenter Drive To Survive, mengungkapkan soal kabar soal kontraknya yang tidak diperpanjang oleh pemilik tim, Gene Haas.

    “Itu adalah panggilan telepon,” ujar Steiner. “Gene menelepon saya dan mengatakan bahwa dia tidak ingin memperpanjang kontrak yang sudah habis pada akhir musim, dan itu saja.”

    “Saya tidak tahu (apakah itu kejutan). Itu selalu sedikit mengejutkan, tapi pada akhirnya, dialah yang memiliki tim, dia bisa melakukan apa yang dia inginkan dan itu adalah keputusannya.”

    “Saya pikir (apakah diperlukan perubahan) hanya bisa dijawab pada waktunya. Saya tidak bisa menjawabnya karena kalau tidak, saya bisa mengatakan apa yang terjadi di masa depan.”

    “Gene berpikir itulah cara yang dia inginkan untuk membawa tim maju dan, seperti yang saya katakan, itu adalah keputusannya, bukan keputusan saya.”

    “Dia pemilik tempat itu, jadi jika Anda memiliki sesuatu, Anda berhak melakukan apa pun yang Anda inginkan.”

    Steiner meninggalkan Haas sebagai prinsipal tim terlama ketiga di grid saat itu, setelah bos Red Bull Christian Horner dan bos Mercedes Toto Wolff.

    Haas tampil gemilang dengan meraih poin pada debutnya di musim 2016, meraih pole position perdana di Brasil 2023, dan meraih posisi lima pada klasemen konstruktor pada 2018.

    Namun setelah itu, posisi delapan menjadi posisi terbaik di klasemen konstruktor, termasuk dua kali menjadi tim juru kunci. Haas juga gagal meraih poin pada keseluruhan musim 2021 lalu.

    Related articles

    Comments

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.